SURAT CINTA UNTUK AYAH DAN IBU



SURAT CINTA UNTUK AYAH DAN IBU

Assalamu’alaikum
Ayah, ibu, terima kasih telah melahirkanku ke dunia ini. Terima kasih telah membuatku mengenal bagaimana kehidupan dunia. Tanpa kalian aku takkan mungkin ada di dunia ini. Kasih sayang dan tulus cinta kalian bagaikan air  mengalir yang tiada henti menghampiriku setiap detik.
Ibu pernahkah kau ingat di kala aku tidak bisa tertidur pulas. Di kala itu kau menyanyikan dan menceritakan sebuah kisah sebagai pengantar tidurku. Kau begiru telitinya menjagaku. Tak kau biarkan seekor nyamuk pun yang menggigiti kulitku waktu itu. Di saat aku sakit, kau rela tidak tidur untuk menjagaku semalaman. Sampai saat ini ingin sekali rasanya mengulang lagi hal-hal yang sepele seperti itu yang sangat berharga bagiku.
Tapi, sampai saat ini, aku belum bisa berguna untuk engkau ibu. Aku hanya dapat menyusahkanmu, membuatmu sedih dengan semua ucap dan perbuatanku yang terkadang menyakitimu. Aku hanya membuatmu gelisah, ketika aku lupa waktu pulang karena keasyikan bermain, begadang, pulang telat dan lupa sholat 5 waktu, terkadang aku bertanya. Apakah Allah akan memaafkanku dengan apa yang telah aku lakukan padamu ibu? Dengan selembar kertas ini, aku mohon maaf padamu ibu, aku tahu maafku tidak akan berarti apa-apa, karena jasamu yang sangat besar untukku ibu dan di dalam lubuk hatimu kau selalu menutupi kesalahanku yang begitu banyak.
Ayah, wajahmu selalu tegar, walau kulitmu sudah mulai keriput dan tubuhmu tidak lagi sekekar yang dulu. Namun, aku masih sangat mengenalmu sebagai sosok lelaki yang selalu memberikan semangat dan cinta hingga rela berkorban untuk kelangsungan hidupku. Dari jerih payah dan keringat ayah aku bisa makan, aku bisa membeli apapun yang aku inginkan dan karena ayah aku bisa sekolah sampai sarjana saat ini.
Betapa sering aku mengecewakanmu ayah dengan semua keluh kesahku padamu dan betapa tak tahu dirinya aku ketika aku sampai marah padamu karena engkau tak memberikan uang jajan yang cukup padaku. Padahal di balik itu semua keringatmu bercucur deras untuk mendapatkan uang demi memberi nafkah dan menyekolahkanku, sampai-sampai kau tak bisa tidur di waktu malam untuk memikirkan hari esok.
Ayah tekadmu sungguh besar untuk dapat menyekolahkan anakmu ini, untuk menjadi sarjana-sarjana yang bisa kau banggakan. Aku tahu itu semua tidaklah lepas dari sebuah pengorbanan yang sangat besar. Sekarang anakmu ini sedang memperjuangkan untuk menjadi sarjana. Aku berjanji ayah untuk lulus tepat waktu dan mendapat nilai yang terbaik untuk membahagiakanmu nantinya.
Ayah, Ibu
Ketika aku menuliskan surat ini air mataku tak henti menetes, karena aku malu ayah, ibu, aku malu pada diriku sendiri yang belum bisa membahagiakan kalian. Aku malu di kala aku selalu saja meminta, meminta dan terus meminta tanpa memperhatikan kondisi kalian. Aku berjanji kepada kalian tidak akan mengecewakan kalian karena jasa kalian yang sangat besar pada kelangsungan hidupku. Aku hanya bisa membalas jasa kalian dengan prestasi yang membanggakan yang ku ukir.
Maafkanlah aku ayah, ibu yang belum bisa membalas cinta kalian seutuhnya. Aku yakin Allah yang akan membalasnya lebih besar dari apa yang bisa aku lakukan nanti dan aku selalu mengharapkan petuah kalian agar aku tidak salah dalam melangkah. Hanya menulis surat ini yang baru bisa aku lakukan. Wajah kalian akan menjadi kekuatanku di saat aku lemah, menjadi inspirasiku di saat semua kegiatan menyita waktuku. Semoga kalian baik-baik saja disana Ayah Ibu, aku disini selalu mendoakan kalian di dalam sujudku.
Wassalamu’alaikum

0 Response to "SURAT CINTA UNTUK AYAH DAN IBU"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel