Essai "Keberkahan di Bulan Ramadhan"
Tak terasa bulan ramadhan telah tiba. Seluruh umat muslim di
wajibkan berpuasa di bulan suci ini. Pada bulan ramadhan Allah SWT memberikan
banyak pahala kepada umatnya yang beriman, contohnya jika kita mengaji di bulan
ramadhan, maka Allah akan melipat gandakan pahala. Di bulan ramadhan ini Allah
SWT mengurung iblis-iblis yang menggoda seluruh umat muslim di bumi.
Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali
dibandingkan biasanya. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan
meningkatkan hubungan dengan pencipta dan sesamanya, ini akan membuat jiwa
lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia. Berpuasa di bulan
ramadhan juga mempunyai manfaat secara kejiwaan, seperti puasa membiasakan
kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri,
serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kokoh dalam diri, ini merupakan
hikmah puasa yang paling utama.
Di lihat dari suasana bulan ramadhan tidak jauh berbeda dari
hari-hari biasanya, perbedaannya hanya ketika jam 3 pagi sudah terdengar
suara-suara dari masjid berkumandang menandakan bahwa sahur telah tiba,
kemudian ramainya di pinggir jalan ketika sore hari karena banyaknya orang yang
berjualan dan banyaknya orang yang memburu makanan atau takjil untuk berbuka,
ini disebut dengan pasar ramadhan karena hanya ada di bulan ramadhan.
Kemudian, ramainya rumah makan, restoran, cafe dan lain
sebagainya yang di pergunakan untuk makan bersama entah itu reuni dengan
alumni, berbuka bersama-sama dengan teman sekelas, dan lain sebagainya. Lalu ramainya
masjid ketika menjelang sholat isya yang di sambung dengan sholat tarawih,
biasanya masjid ramai ketika bulan ramadhan baru saja di mulai sampai masjid
melebihi kapasitas pengunjung, ketika pertengahan bulan puasa masjid terlihat
sepi karena sering sekali orang-orang malas menjalankan sholat di pertengahan
atau di akhir bulan ramadhan. Biasanya pada bulan ramadhan orang-orang akan
merasa lemas karena puasa. Ketika berpuasa banyak orang yang memilih untuk
tidur karena hadis mengatakan bahwa ketika bulan ramadhan tidur adalah sebagian
dari iman dan akan mendapatkan pahala tetapi jika tidurnya tidak berlebihan.
Di akhir bulan ramadhan umat muslim di wajibkan untuk
mengikuti sholat Idul Fitri setelah itu bersilahturahmi ke tetangga, saudara
maupun teman yang jauh. Umat muslim yang bersungguh-sungguh menjalankan
kewajiban Allah SWT akan mendapatkan pahala yang besar dan akan merasa suci
seperti bayi yang baru saja lahir dan Allah SWT akan membuka pintu surga
selebar-lebarnya untuk orang-orang yang bersungguh-sungguh menjalankan
perintahnya.
0 Response to "Essai "Keberkahan di Bulan Ramadhan""
Posting Komentar